UJI KEPEKAAN KUMAN ANTIBIOTIKA

Posted: February 4, 2012 in Health

 

UJI KEPEKAAN KUMAN ANTIBIOTIKA

 I.       PENDAHULUAN

Uji kepekaan kuman sering dilakukan untuk tindakan pengobatan terhadap penderita yang mengalami infeksi kuman tertentu (phatogen).

II.    TUJUAN :

  • Untuk mengetahui sensitivitas kuman tertentu terhadap berbagai macam antibiotika.
  • Untuk menentukan antibiotika yang paling efektif yang dapat digunakan pada pengobatan terhadap infeksi yang disebabkan oleh kuman tertentu.

 

III. BAHAN / SAMPEL / SPESIMEN :

Sekret genital, urine, darah, sputum, pus, dll

 

IV. MEDIA / REAGEN :

  • Mueller hinton agar (ketebalan 4 mm)
  • Modified thayer martin agar (MTM) atau coklat agar
  • Garam fisiologis
  • Standard kekeruhan mc Farlland 0,5 %
  • Mueller hinton +5% darah (khusus untuk streptococcus)
  • Haemophylus test medium (khusus untuk haemophylus dan neisseria)
  • Larutan hipoklorit 2%
  • Mueller hnton broth
  • Strain kontrol :
  1. Staphylococcus aureus ATCC 25923
  2. Escherichia coli ATCC 25922
  3. Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853

 

V.    ALAT – ALAT :

  • Inkubator
  • Tabung reaksi
  • Petri dish
  • Ose / sengkelit
  • Pinset
  • Bunsen / lampu spiritus
  • Sungkup lilin / anaerobic jar
  • Jangka sorong
  • Lidi kapas steril
  • Tabel zone diameter intertive standard
  • Label / pensil kaca

 

VI. CARA KERJA :
a. Pengujian terhadap mikroorganisme umum

  • Siapkan larutan standard kekeruhan Mc farland 0,5
  • Persiapkan inokulum : dengan menggunakan lidi kapas steri atau s ambil 3 – 5 koloni kuman yang sama dan suspensikan ke dalam tabung yang berisi larutan NaCl fisiologis steril ± 5 ml. Kemudian buang lidi kapas bekas pakai tersebut ke dala larutan hippokrorit 2%
  • Bandingkan kekeruhan suspensi kuma dengan standard keeruhan mc farland 0,5
  • Dengan lidi kapas steril, ambil suspensi bakteri 9inokulum), kemudian kapas ditekan – ekan pada permukaan dalam tabung untuk membuang kelebihan suspensi yang terserap kapas.
  • Hapuskan lidi kapas tersebut di permukaan media MH ecara merata, kemudian tutu cawan petri, dan diamkan 3 – 5 menit  (max 15 menit)
  • Letakkan ckrm antibiotika pada permukaan agar, dan sedikit ditekan dengan pinset sampai melekat smpurna. Jarak antara cakram satu dengan cakram lain minimal 15 mm. Cakram yang sudah ditempelkan pada prmukaan mdia agar, tidak boleh dpndahkan ataupun digeser. Diamkan 15 menit.
  • Inkubasi pada suhu 35 – 37o C selama 18 – 24 jam dalam posisi cawan terbalik. Untuk uji kepekaan kuman golongan streptococcus, haemophylus, dan neisseria, gunakan sungkup llin / anaerobic jar (CO2 5 – 10 %). Sedangkan untuk staphylococcus suhu  inkubasi tidak boleh lebih dari 35oC dan lam inkubasi maksimal 24 jam.
  • Amati zone hambatan yang terbentuk dengan mengukur diameter zone hambatn. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan jangka sorong.
  • Catat diameter zone hambatan hasil pengukuran kemudian bandingkan dengan tabel zone diameter intertive standard.

VII.        PEMBACAAN DAN INTERPRETASI HASIL

Hasil pengujan dikatakan sensitif (S), intermediet (I) atau resisten (R) disesuaikan dengan “tabel zone diameter intertive standard (NCCLS)” 1. Uji degradasi.

VIII.     PENCATATAN DAN PELAPORAN

  • Setelah hasil uji kepekaan ( sensitivity test) selesai dilaksanakan, dicatat dalam buku regster lab. Dan dilaporkan pada pengirim dalam formulir hasil pemeriksaan.
  • Laporkan juga jenis bakteri yang dijadkan bahan uji
  • Contoh pelaporan hasil terlampir

 

UJI KEPEKAAN KUMAN ANTIBIOTIKA

UJI KEPEKAAN KUMAN ANTIBIOTIKA

UJI KEPEKAAN KUMAN ANTIBIOTIKA

UJI KEPEKAAN KUMAN ANTIBIOTIKA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s