SAP FLU BURUNG NEW

Posted: February 7, 2012 in Health

 

SAP FLU BURUNG NEW

 

 

 

 

 

 

SATUAN ACARA PENYULUHAN

 AVIAN INVLUENZA

 

 I.LATAR BELAKANG

Wabah penyakit flu burung yang melanda dunia, telah menjadi perhatian banyak pihak, baik masyarakat luas maupun badan kesehatan. Sejak wabah flu burung pertama merebak sekitar tahun 90-an di Hongkong. flu burung menjadi penyakit pendemi (lintas batas Negara). Thailand, Malaysia, China, Korea, Kamboja, dan Indonesia adalah sebagian besar negara yang telah terjangkit penyakit flu burung (Handrayani,2002).

PBB telah mengisukan peringatan akan kembalinya wabah dari virus H5N1 atau flu burung yang mulai menyebar melalui Cina dan Vietnam. Migrasinya unggas – unggas liar menjadi faktor dalam membawa dampak buruk dengan mendatangkan kembali virus H5N1 pada negara – negara yang sudah dinyatakan bebas dari flu burung selama bertahun – tahun.

PBB mengungkapkan baik dari jumlah ternak unggas dan populasi unggas menurun dari total skala 4000 menjadi 302 di pertengahan tahun 2008, tetapi sebaliknya kasus virus flu burung cenderung memuncak naik mendekati 800 kasus pada tahun 2010 – 2011. Meskipun keberadaan virus sudah tereliminasi dari 63 negara di dunia, namun kenyataannya virus H5N1 masih menghantui negara seperti Banglades, Cina, Mesir, Vietnam, India dan terkahir Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian Indonesia, pada Januari 2011 terjadi 136 kasus flu burung dan terus meningkat pada Februari menjadi 156 kasus dan Maret sebanyak 307 kasus. Jumlah unggas yang mati selama Januari 2011 sebanyak 8.315 ekor, Februari 6.310 ekor dan Maret 17.471 ekor. Khusus bulan Maret, tiga provinsi yang paling banyak terkena flu burung adalah Sumatra Barat, Riau dan Jambi.

Sebagai perbandingan, pada tahun 2010 lalu, pada Januari terjadi 284 kasus flu burung, Februari terjadi 362 kasus dan Maret 159 kasus flu burung. Sedangkan pada tahun 2009 Januari terdapat 195 kasus, Februari 331 kasus dan Maret 337 kasus.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan RI, “Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan” mengumumkan dua kasus baru H5N1 yang telah dikonfirmasi oleh Pusat Biomedis dan teknologi Dasar Kesehatan, Balitbangkes. Kasus tersebut menimpa warga Kabupaten Bangli, Bali, dengan gejala yang sama yang telah merenggut nyawa 2 warga Bangli pada bulan Oktober 2011.

Merebaknya kasus flu burung tahun ini didorong oleh adanya cuaca basah dan banjir yang membuat virus cepat berkembang. Ditambah lagi, kemungkinan ada kendala akibat ketidaksempurnaan vaksinasi. Selain itu, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana kasus flu burung lebih banyak ditemukan di peternakan rumah tangga dimana ternak tidak dikandangkan, pada tahun ini kasus flu burung lebih banyak ditemukan di sektor  peternakan besar yang sudah dikandangkan.

Melihat angka peningkatan tersebut alangkah perlunya suatu metode untuk mencegah peningkatan angka kejadian flu burung dalam masyarakat. Untuk itu sangat perlu diadakan suatu penyuluhan tentang flu burung dan penanggulangannya sebagai upaya promotif dan preventif bagi masyarakat yang terkena maupun yang belum.

 

    II.TUJUAN

  1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Setelah diberikan penyuluhan selama 30 menit para peserta penyuluhan diharapkan mampu memahami tentang flu burung (Avian Influenza H5N1).

2. Tujuan Intruksional Khusus (TIK)

Setelah diberikan penyuluhan tentang flu burung (Avian Influenza H5N1) diharapkan peserta mampu :

  1. Menjelaskan pengertian flu burung dengan tepat.
  2. Menyebutkan empat dari enam sumber penularan flu burung dengan tepat.
  3. Menyebutkan empat dari tujuh gejala klinis ayam yang terserang flu burung dengan tepat.
  4. Menyebutkan tiga dari enam gejala klinis serangan flu burung pada manusia dengan tepat.
  5. Menyebutkan empat dari tujuh pencegahan terhadap flu burung dengan tepat.
  6. Menjelaskan langkah pertolongan pada penderita yang dicurigai terinfeksi flu burung.
  7. Mendemonstrasikan teknik mencuci tangan dengan tepat.

 III.            MATERI

  1. Pengertian flu burung
  2. Sumber penularan flu burung
  3. Gejala klinis unggas yang terkena flu burung
  4. Gejala klinis serangan flu burung pada manusia
  5. Pencegahan terhadap flu burung
  6. Pertolongan pada penderita yang dicurigai terinfeksi flu burung
  7. Teknik mencuci tangan

IV. METODE

  1. Ceramah
  2. Tanya Jawab
  3. Demonstrasi

V.            MEDIA

A. Media

  • Leaflet
  • Poster
  • Lembar balik

B. Alat

  • Lcd
  • Laptop
  • Microfon
  • Air
  • Sabun
  • Handuk

C. Sumber :

Anonim.2011.WaspadavirusFluBurung.http://nasional.kontan.co.id/v2/read/1302084603/64141/Fluburungmulaimarakpemerintah-tingkatkan  kewaspadaan-(diakses 20 November 2011)

Direktorat Jendral Bina Produksi Peternakan Departemen Pertanian.2004.Buku petunjuk mengenai avian influenza. Jakarta:EGC

Rai, Ida Bagus Ngurah. 2005. Aspek klinis flu burung pada manusia. Denpasar:Gramedia

IV. SASARAN

Masyarakat di desa Pedungan.

 VII. WAKTU
  • Hari / tanggal     : 20 Desember 2011
  • Jam                     : 09.00 WITA

VIII. TEMPAT

Penyuluhan dilaksanakan di Kampus Jurusan Keperawatan, Jalan Pulau Moyo 33A, Pedungan, Denpasar selatan

Setting tempat

Moderator

Notulen

MC

 

Audiens  audiens  audiens                         audiens  audiens  audiens

Audiens  audiens  audiens                         audiens  audiens  audiens

 

IX. RENCANA EVALUASI

1.      Struktur

1. Persiapan Media/ Alat

Media yang akan digunakan dalam penyuluhan semuanya lengkap dan siap digunakan. Media yang digunakan adalah presentasi Ms. Power Point leaflet,lembar balik dan poster..

2. Persiapan Materi

Materi yang akan diberikan dalam penyuluhan telah disiapkan dan dpresentasikan melalui Ms. Power Point serta akan disebarluaskan dalam bentuk leaflet, yang berisi gambar dan tulisan.

2.      Proses Penyuluhan

    1. Penyuluhan tentang flu burung lancar dan sasaran mengerti tentang penyuluhan yang diberikan
    2. Didalam proses penyuluhan diharapkan terjadi interaksi antara penyuluh dan sasaran.
    3. 3.      Kehadiran diharapkan 100% mengingat dampak dari flu burung ini sangat membahayakan manusia dan semua peserta memperhatikan serta tidak ada yang meninggalkan tempat penyuluhan.

 3.      Hasil Penyuluhan

    1. Jangka pendek

Sasaran mengerti sekitar 60% dari materi yang disampaikan dengan kriteria mampu menjawab pertanyaan yang diberikan

2. Jangka panjang

Meningkatkan pengetahuan sasaran mengenai flu burung sehingga angka kematian akibat penyakit ini dapat ditekan.

 

 

          

 

          

Mengetahui,                                          Denpasar, 20 November 2011

Pembimbing                                                                  Penyuluh

Lampiran 1

MATERI PENYULUHAN

BAGAIMANA TERHINDAR DARI  AVIAN INFLUENZA H5N1

 1.      Pengertian Flu Burung

Flu burung (Avian Influenza H5N1) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza strain tipe A H5N1 (H = Hemagglutinin, N = Neuroamidase) yang ditularkan oleh unggas. Penyakit ini biasanya hanya menyerang unggas, tetapi karena H5N1 ini mudah bercampur dengan virus yang biasa di menyerang manusia maka terjadilah penularan dari unggas ke manusia, sedangkan penularan manusia ke manusia sampai saat ini belum ditemukan.

2. Sumber Penularan Flu Burung

Flu burung bisa menular pada manusia dengan mudah terutama bagi mereka yang berhubungan langsung dengan unggas. Secara umum flu burung dapat menyebar dengan cara :

  1. Manusia bersinggungan langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung.
  2. Udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekret burung / unggas yang kemudian mengering dan hancur menjadi semacam bubuk.
  3. Pasar tempat ayam hidup dijual dapat menjadi sumber penyakit ini.
  4. Melalui tikus dan lalat yang dicemari oleh kotoran ayam yang mengandung virus H5N1.
  5. Melalui hewan peliharaan sejenis unggas yang biasa dipelihara dirumah.
  6. Bahan dan alat yang terkontaminasi oleh virus ini seperti alat atau bahan yang dipergunakan oleh peternak ayam atau unggas.

Menurut WHO flu burung lebih mudah menular dari unggas ke manusia dibandingkan dari manusia ke manusia. Satu-satunya cara virus ini dapat menyebar dengan mudah dari manusia ke manusia jika virus flu burung tersebut bermutasi dan bercampur dengan virus flu manusia.

 3. Gejala Klinis Unggas yang Terserang Flu Burung

Agar sumber penularan flu burung dapat diminimalisir maka salah satu caranya adalah dengan mengetahui gejala klinis ayam atau unggas yang terserang flu burung diantaranya :

  1. Jengger, pial, kulit perut yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan (sianosis).
  2. Pembekakan didaerah bagian muka dan kepala.
  3. Perdarahan dibawah kulit (subkutan).
  4. Kadang-kadang ada cairan dari mata dan hidung.
  5. Perdarahan titik (ptechie) pada daerah dada, kaki dan telapak kaki.
  6. Batuk, bersin dan ngorok.
  7. Unggas mengalami diare dan kematian tinggi

 4.     Gejala Klinis Serangan Flu Burung pada Manusia

Secara umum gejala klinis serangan virus H5N1 pada manusia hamper sama seperti flu pada umumnya, diantaranya :

  1. Masa inkubasi dari kontak pertama dengan agen berkisar antara tiga sampai tujuh hari.
  2. Demam lebih dari 38 0 C.
  3. Sakit tenggorokan, batuk, beringus, perdarahan pada hidung dan gusi serta sesak nafas.
  4. Nyeri otot dan sakit kepala.
  5. Lemas, kehilangan nafsu makan, mual, muntah dan diare.
  6. Dalam waktu singkat dapat menjadi lebih berat dengan terjadinya peradangan di paru-paru (Pneumonia).

Gejala yang terjadi dapat bervariasi, tidak harus semua gejala ada, bisa berbeda dari orang yang satu dengan yang lainnya. Penyakit ini dapat terjadi pada orang dewasa, anak-anak maupun orang dengan penyakit kronik tetapi lebih banyak menyerang anak-anak dibawah usia 12 tahun. Hampir separuh kasus flu burung pada manusia menimpa anak-anak karena sistem imun tubuh anak-anak belum begitu kuat.

5.     Pecegahan Terhadap Flu Burung

Pencegahan biasanya dilakukan bagi mereka yang berisiko yaitu para pekerja peternakan dan pemotong. Beberapa hal yang dapat dilakukan, antara lain :

  1. Cuci tangan sesering mungkin dengan disinfektan ( alkohol 70 % ) atau sabun setelah bersentuhan dengan agen penyebab.
  2. Peternak atau orang yang hendak memasuki peternakan ayam atau unggas harus menggunakan alat pelindung berupa sarung tangan, kaca mata, masker dan lainnya.
  3. Vaksinasi virus flu manusia bagi yang terjangkit dengan tujuan agar tidak terjadi infeksi gabungan virus flu manusia dengan flu burung dalam satu orang yang memungkinkan timbulnya strain baru virus flu burung yang yang dapat ditularkan dari manusia ke manusia.
  4. Mereka yang rentan ( anak – anak, orang usia lanjut, penderita penyakit jatung dan paru kronis ) agar menghindari tempat jangkitan ( peternakan unggas ).
  5. Pengamatan kesehatan secara pasif bagi yang berisiko atau terpajan dan keluarganya, dengan melihat tanda gangguan saluran nafas, atau demam.
  6. Pemberian antiviral ( oseltamivir 1 x 75 mg selama seminggu ) bagi mereka yang berisiko menghirup udara tercemar.
  7. Bila mengkonsumsi daging ayam harus dipanaskan pada suhu 80 0 C selama sekurang–kurangnya satu menit, sedangkan telur ayam pada pemanasan 64 o C selama minimal 4,5 menit.
  8. Pemusnahan ungags yang terjangkit flu burung
  9. Vaksinasi pada unggas yang sehat

6. Pertolongan pada penderita yang dicurigai terinfeksi flu burung

Jika ditemukan penderita yang dicurigai terinfeksi flu burung segera :

  1. Laporkan pada puskesmas atau dinas kesehatan terdekat
  2. Penderita hendaknya beristirahat yang cukup dan menghentikan aktivitas fisik dan psikis
  3. Berikan obat yang meredakan gejala yang menyertai flu, seperti menurunkan demam,dengan cara memberikan obat penurun panas atau di kompres dengan air hangat.
  4. Beri minum yang banyak
  5.  Pengobatan bagi penderita flu burung di rumah sakit :

1) Bertujuan memperbaiki imunitas

2) Pengobatan causative dengan menggunakan 2 macam golongan obat yaitu M2 inhibitor ( Amantadin & Rimatidin ) dan Neuramin Inhibitor (Osetamivir dan Zanamivir)

3)Pemberian antibiotika terhadap superinfeksi menggunakan sefalospovin generasi ketiga dengan dosis 100 mg/kg berat badan ditambah dengan Amikasin 15 mg/kg berat badan perhari intravena.

 

7. Teknik Mencuci Tangan

a. Basuh kedua tangan dengan air mengalir

b. Gosok punggung dan sela-sela jari dengan tangan kanan dan sebaliknya.

c. Gosok telapak tangan dan sela-sela jari

d. Gosok sisi dalam jari-jari dengan kedua tangan saling mengunci

e. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya.

f. Gosokkan dengan memutar ujung-ujung jari tangan kanan dan lakukan sebaliknya.

g. Gosok pergelangan tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan dan lakukan sebaliknya, lalu bilas dengan air dan keringkan.

 

Lampiran 2.

EVALUASI

 

1.Jelaskan pengertian flu burung ?

2. Sebutkan minimal empat dari 6 sumber penularan flu burung ?

3. Sebutkan minimal empat dari 7 gejala klinis ayam yang terserang flu burung ?

4. Sebutkan minimal tiga dari 6 gejala klinis serangan flu burung pada manusia dengan tepat?

5. Sebutkan minimal empat dari 9 cara pencegahan terhadap flu burung dengan tepat?

6. Sebutkan minimal 3 langkah pertolongan pada penderita yang dicurigai terinfeksi flu burung ?

7. Bagaimana teknik mencuci tangan dengan tepat ?

Jawaban :

 

1. Flu burung (Avian Influenza H5N1) adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza strain tipe A H5N1 (H = Hemagglutinin, N = Neuroamidase) yang ditularkan oleh unggas.

2. Empat sumber penularan flu burung :

a. Manusia bersinggungan langsung dengan ayam atau unggas yang terinfeksi flu burung.

b. Udara yang tercemar virus H5N1 yang berasal dari kotoran atau sekret burung / unggas yang kemudian mengering dan hancur menjadi semacam bubuk.

c.   Pasar tempat ayam hidup dijual dapat menjadi sumber penyakit ini.

d.  Bahan dan alat yang terkontaminasi oleh virus ini seperti alat atau bahan yang dipergunakan oleh peternak ayam atau unggas.

3. Empat gejala klinis ayam yang terserang flu burung :

a. Jengger, pial, kulit perut yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru keunguan (sianosis).

b. Pembekakan didaerah bagian muka dan kepala.

c. Perdarahan dibawah kulit (subkutan).

d. Kadang-kadang ada cairan dari mata dan hidung.

4. Tiga gejala klinis serangan flu burung pada manusia dengan tepat :

  1. Lemas, kehilangan nafsu makan, mual, muntah dan diare.
    1. Demam lebih dari 38 0 C.
    2. Sakit tenggorokan, batuk, beringus, perdarahan pada hidung dan gusi serta sesak nafas.

5. Empat cara pencegahan terhadap flu burung :

  1. Cuci tangan sesering mungkin dengan disinfektan ( alkohol 70 % ) atau sabun setelah bersentuhan dengan agen penyebab.
  2. Peternak atau orang yang hendak memasuki peternakan ayam atau unggas harus menggunakan alat pelindung berupa sarung tangan, kaca mata, masker dan lainnya.
  3. Bila mengkonsumsi daging ayam harus dipanaskan pada suhu 80 0 C selama sekurang–kurangnya satu menit, sedangkan telur ayam pada pemanasan 64 o C selama minimal 4,5 menit.
  4. Pemusnahan unggas yang terjangkit flu burung

6. Tiga langkah pertolongan pada penderita yang dicurigai terinfeksi flu burung :

  1. Laporkan pada puskesmas atau dinas kesehatan terdekat
  2. Berikan obat yang meredakan gejala yang menyertai flu, seperti menurunkan demam,dengan cara memberikan obat penurun panas atau di kompres dengan air hangat.
  3. Beri minum yang banyak

7. Teknik Mencuci Tangan

a. Basuh kedua tangan dengan air mengalir

b. Gosok punggung dan sela-sela jari dengan tangan kanan dan sebaliknya.

c. Gosok telapak tangan dan sela-sela jari

d. Gosok sisi dalam jari-jari dengan kedua tangan saling mengunci

e. Gosok ibu jari kiri berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya.

f. Gosokkan dengan memutar ujung-ujung jari tangan kanan dan lakukan sebaliknya.

g. Gosok pergelangan tangan kiri dengan menggunakan tangan kanan dan lakukan sebaliknya, lalu bilas dengan air dan keringkan.

 

Kebahagiaan didunia ini akan sangat terasa dengan komentar yang anda berikan. Satu komentar akan sangat berarti bagi penulis.

dipostkan oleh : Candra Utama

SAP FLU BURUNG NEWSAP FLU BURUNG NEWSAP FLU BURUNG NEWSAP FLU BURUNG NEW

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s